Bahasa Asing

Bahasa Asing

Sebagai lembaga yang mewadahi kelompok kerja guru-guru bahasa Inggris, Gugus Bahasa Asing YAM merancang beberapa program yang dimaksudkan untuk wadah saling berbagi informasi dan mengembangkan kompetensi mengajar guru-guru bahasa Inggris.

Program-program tersebut diantaranya :

  • KKG (Kelompok Kerja Guru) yang dilaksanakan sebulan sekali. KKG ini bertujuan untuk ajang silaturahim guru-guru bahasa Inggris yang juga diisi dengan kegiatan saling berbagi dan bertukar pikiran tentang pembelajaran bahasa Inggris di sekolah-sekolah YAM.
  • Workshop Bahasa Inggris yang dilaksanakan minimal 1 kali setiap semester. Workshop ini ditujukan sebagai upaya meningkatkan dan mengembangkan kompetensi mengajar guru-guru bahasa Inggriis.
10 August 2017

Tahun ini, setiap gugus mendapat tantangan untuk menciptakan media pembelajaran yang menarik dan mudah diterapkan di dalam kelas. Kenapa media belajar?

Jujur, teknologi saat ini sudah terlalu banyak menggiring pelajar untuk mengesampingkan ruh dari belajar. Pelajar lebih banyak bercengkrama dengan gadgetnya dibanding dengan buku atau proses belajar di kelas. Karena itulah, ketertarikan mereka akan gadget telah mengubah cara pandang mereka terhadap proses belajar. Mereka mengharapkan belajar yang menyenangkan, seperti halnya mereka sangat senang bermain gadget.

03 June 2016

    Dalam kehidupan manusia, tak lepas dari dunia pendidikan. Setiap manusia pasti membutuhkan pendidikan. Melalui pendidikan, manusia melakukan kegiatan belajar yakni memperoleh pengetahuandan pengalaman berupa perubahan tingkah laku dan kemampuan yang relatif permanen karena adanya interaksi individu dengan lingkungan.Dalam kegiatan belajar, terjadi interaksi siswa dengan guru dan sumber belajar.Kegiatan belajar dapat dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan tingkah laku pada siswa. Perubahan tingkah laku tersebut dapat terjadi jika selama belajar siswa melakukan aktivitas berupa aktivitas fisik, mental dan emosional.

 

    Menurut teori Gestalt pada Heri Rahyubi (2012: 82), seseorang dapat dikatakan berhasil dalam proses belajar jika mendapat insight. Insight diperoleh jika seseorang melihat hubungan tertentu antara berbagai unsur dalam kondisi tertentu. Berdasarkan teori tersebut, dalam pelaksanaan pembelajaran guru hendaknya menyampaikan materi pembelajaran dalam satu keutuhan yang utuh.Selain itu, murid harus berusaha menemukan hubungan antar bagian sehingga nantinya akan memperoleh insight agar dapat memahami keseluruhan situasi.

    Menurut Dzuanda (2011: 1) Pop-Up Book adalah sebuah buku yang memiliki bagian yang dapat bergerak atau memiliki unsur 3 dimensi serta memberikan visualisasi cerita yang menarik, mulai dari tampilan gambar yang dapat bergerak ketika halamannya dibuka. Pop – UpBook berupa konsep tentang kejadian alam keadaan lingkungan disekitar bila guru mampu mengetahui dan menggali konsep-konsep yang dimiliki oleh siswa dan memadukan secara harmonis konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan maka secara tidak langsung siswa termotivasi dalam belajar sehingga dengan mudah memahami konsepinti dari materi yang disampaikan.

Spesifikasi produk yang dikembangkan adalah:

  1. Pop-Up Book sesuai dengan materi pembelajaran sains kelas I dengan sub judul rawa
  2. Pop-Up Book berisi konsep – konsep tentang kejadian alam keadaan lingkungan disekitar
  3. Pop-Up Book didesain dengan bentuk tiga dimensi yang dapat bergerak saat halaman buku dibuka
  4. Penyampaian materi pada Pop-Up Book menggunakan cerita
  5. Pop-Up Book dapat digunakan secara mandiri maupun secara kelompok
  6. Bagian pada Pop-Up Book meliputi :
    • Halaman sampul
    • Kata pengantar
    • Petunjuk penggunaan Pop-Up Book
    • Mand map
    • Materi pokok
    • Soal evaluasi Pop-Up Book

Dengan memenuhi aspek penilaian kualitas:

  1. Aspek materi atau isi
  2. Aspek bahasa dan gambar
  3. Aspek penyajian

7.Bentuk Pop-Up Book adalah sebagai berikut:

  • Ukuran Pop-Up Book           : 59 cm x 46 cm
  • Ukuran kertas                     : kertas dupleks
  • Halaman sampul                 : menggunakan kadus dan kertas dupleks
  • Isi                                      : menggunakan kertas dupleks

    Media Pop-Up Book adalah media berbentuk buku yang mempunyai unsur tiga dimensi dan gerak. Materi pada Pop-Up Book disampaikan dalam bentuk gambar yang menarik karena terdapat bagian yang apabila dibuka dapat bergerak atau berubah bentuk. shingga dalam proses pembelajaran sains, dapat lebih menekankan pada keaktifan siswa sehinggasiswa dapat memperoleh pengalamanlangsung dan menemukan pengetahuan secara mandiri.Pop- Up Book memilikikelebihan diantaranya dapat menvisualisasikan cerita menjadi lebih baik,tampilan gambar yang memiliki dimensi dan dapat bergerak saat dibuka dapatmendukung proses pembelajaran, mempermudah siswa dalammemahami materi pembelajaran, serta meningkatkan kualitas mengajar guru.

Jenis Teknik Pop – UpMenurut Sabuda(diakses diwww.robetsabuda.comtanggal 15 April2015) diantaranya sebagai berikut:

  1. Transformations, Yaitu bentuk tampilan yang terdiri dari potongan-potongan pop-up yang disusun secara vertikal
  2. Volvelles, Yaitu bentuk tampilan yang menggunakan unsur lingkaran dalam pembuatannya
  3. Peepshow, Yaitu tampilan yang tersusun dari serangkaian tumpukan kertas yang disusun bertumpuk menjadi satu sehingga menciptakanilusi kedalaman dan perspektif
  4. Pull – tabs, Yaitu sebuah tab kertas geser atau bentuk yang ditarik dandidorong untuk memperlihatkan gerakan gambaran baru
  5. Carousel, Teknik ini didukung dengan tali, pita atau kancing yang apabila dibuka dan dilipat kembali berbentuk benda yang komplek
  6. Boxand cylinder, atau kotak dan silinder adalah gerakan sebuah kubus atau tabung yang bergerak naik dari tengah halaman ketika halaman dibuka
 

    Terdapat beberapa teknik Pop-Up yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam pembuatan Pop - Up Book. Dalam pembuatan Pop-Up Book ini peneliti menggunakan teknik box and cylinder, pull – tabs dan Peep show.

    Pop-Up Book bermanfaat dalam proses pembelajaran tematik yakni membantu guru dalam menyampaikan materi kepada siswa. Selain itu, penggunaan media Pop – Up Book dapat memudahkan siswa dalam belajar sains.

 

DAFTAR PUSTAKA

Arief S. Sadiman dkk.(2006).Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangandan Pemanfaatannya.Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Azhar Arsyad.(2005).Media Pembelajaran.Jakarta:PT Raja Grafindo Persada

Heri Rahyubi.(2012).Teori-Teori Belajar dan Aplikasi Pembelajaran Motorik.Bandung: Nusa Media

Nana Sudjana & Ahmad Rivai.(2010).Media Pengajaran.Bandung: Sinar BaruAlgensindo

Nila Rahmawati.(2014).Pengaruh MediaPop-Up BookTerhadap PenguasaanKosa Kata Anak Usia 5-6 Tahun di TK Putera Harapan Surabaya.Diaksesdiwww.unesa.ac.idpada tanggal 15 Januari 2015 pukul 17.30

Sudjana.(2000).Strategi Pembelajaran.Bandung: Falah Production

Suharsimi Arikunto.(2010).Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik.Jakarta: Rineka Cipta

Syaiful Sagala.(2006).Konsep dan Makna Pembelajaran.Bandung: Alfabeta

 

Penulis : Mira Sefriastina, S.Pd

Guru SD al muslim Tambun

 

02 June 2016
  1. PENDAHULUAN

Sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa asing mengatakan, “ Manusia adalah hewan atau makhluk hidup yang pandai berbicara. ” Hal ini ini menunjukkan bahwa keterampilan berbicara menjadi ciri khas makhluk yang disebut manusia.  Manusia mampu berbicara dalam aneka ragam bahasa. Kemampuan itu bukanlah sesuatu yang bersifat naluriah (instinct) seperti halnya pada binatang. Tetapi diperoleh melalui proses belajar dan latihan terus menerus. Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang utama dan yang pertama kali dipelajari oleh manusia dalam hidupnya sebelum mempelajari keterampilan berbahasa lainnya. Keterampilan berbicara juga memiliki peran penting dalam pendidikan, baik dilingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat luas. Proses transfer ilmu pengetahuan kepada subyek didik pada umumnya disampaikan secara lisan. Tata krama sangat penting dalam masyarakat tradisional maupun masyarakat modern. Kemampuan berbicara juga sangat penting karena sebagian aktivitas kehidupan manusia membutuhkan dukungan kemampuan berbicara.

  1. PERMASALAHAN

Banyak orang beranggapan, berbicaraa adalah suatu pekerjaan yang mudah dan tidak perlu dipelajari, kenyataannya tidak semua siswa berani dan mau berbicara di depan kelas, sebab umumnya mereka kurang terampil sebagai akibat dari kurangnya latihan berbicara. Untuk itu, guru bahasa Indonesia merasa perlu melatih siswa untuk berbicara. Latihan pertama kali yang perlu dilakukan guru ialah menumbuhkan keberanian siswa untuk berbicara.

  1. TINDAKAN

Melihat seperti itu saya sebagai guru dan juga tentunya kerjasama dengan orangtua menciptakan media yang lebih mudah untuk dilakukan sehingga anak dapat percaya diri aktif dan antusias dalam berbicara baik untuk dirinya maupun untuk orang lain ( di depan kelas ). Pada kesempatan ini saya mengambil contoh media kartu cerita berkarakter binatang karena pada kenyataannya anak usia SD kelas bawah khususnya kelas 1 masih belajar dengan sistem pembelajaran konkret.

Media cerita gambar dapat meningkatkan kemampuan berbicara dan sikap percaya diri siswa

Pengertian cerita gambar  merupakan media pembelajaran yang terbuat dari gambar-gambar yang dibuat dari kertas tebal, dibuat sesuai karakter binatangnya. Kemudian gambar tersebut menampilkan cerita yang menggambarkan cerita yang akan disampaikan.

Dalam penjabaran diatas dapat disimpulkan bahwa cerita bergambar adalah sebuah alat yang berbentuk menyerupai gambar aslinya. Dan cerita gambar ini dibuat untuk memudahkan siswa dalam menghayati peran yang akan disampaikannya.

            Sikap percaya diri adalah cara positif untuk diri sendiri dalam mengambil keputusan tanpa dipengaruhi oleh oranglain. Anak dapat memiliki sikap percaya diri jika sesuatu yang dihadapi bisa diselesaikan dengan benar. Setiap anak tidak selalu memiliki karakter yang sama dengan anak yang lainnya. Anak memiliki kelebihan dan keterbatasan. Ketika kita tidak memiliki kemampuan dalam hal tertentu, sikap percaya diri dan terus belajar adalah perlu untuk ditanamkan dalam diri. Sebagaimana kita ketahui bahwa cara seseorang mencapai keinginanannya belum tentu dengan karakter diri kita dalam melakukan apa yang perlu dilakukan tanpa pengaruh dari orang lain.

            Cerita bergambar media pembelajaran yang dirancang untuk memudahkan siswa dalam berani berbicara dan percaya diri didepan orang banyak.

Alat dan Bahan  membuat cerita gambar

Dalam penggunaan cerita bergambar, saya memerlukan beberapa alat bantu diantaranya adalah kertas atau karton tebal berwarna putih polos, kenapa saya memilih polos? Agar dapat saya beri warna sehingga menarik  perhatian siswa. Kemudian saya butuh pensil, gunting, spidol hitam dan crayon. Adapun cara membuat cerita gambar ini adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan alat dan bahan
  2. Gambar pola karakter binatang atau tokoh dalam cerita tersebut pada karton putih
  3. Tebalkan tepi pola menggunakan spidol hitam
  4. Berilah warna sesuai dengan benda konkritnya

Fungsi cerita gambar dalam pembelajaran

Pada umumnya setiap media termasuk cerita gambar memiliki fungsi yang membantu terlaksananya pembelajaran. Media konkrit ini dapat memperbesar  perhatian siswa dan motivasi belajar siswa serta rasa percaya diri karena rasa keingintahuan siswa karena ditampilkan dengan media sederhana tapi menarik.

Prosedur Penerapan

Pada awalnya saya mengenalkan terlebih dahulu kepada siswa tentang nama media tersebut, kemudian menjelaskan cara pemakaiannya. Sebelum saya memberikan soal atau pertanyaan saya coba memberikan penekanan bahasa agar apa yang saya sampaikan anak-anak dapat menyimaknya, terlebih saya menggunakan suara-suara yang dapat membedakan masing-masing karakter atau tokoh cerita itu. Anak juga diberi kesempatan menirukan tokoh atau suara-suara binatang  kemudian dapat menyebutkan nama binatang dengan mendeskripsikannya atau menyebutkan ciri-ciri karakter binatang tersebut. Setelah saya berikan kesempatan anak berimajinasi, mulailah saya bercerita dengan mimik atau ekspresi yang menyerupai karakter tokoh tersebut. Adakalanya saya jeda atau berhenti sejenak sekedar memfokuskan perhatian anak-anak dengan cara bertanya jawab atau improvisasi dengan cara bernyanyi,  Setelah saya selesai bercerita, saya memberikan kesempatan mengulang kembali kepada siswa dengan tanya jawab kemudian bu guru memberi kesempatan menarik kesimpulan dari cerita tersebut mengambil hikmah apa saja yang dapat dipetik dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari.

  1. KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa:

  1. Dengan menggunakan media cerita gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia
  2. Hasil belajar siswa ini diterapkan merupakan indikasi meningkatnya kemampuan individu
  3. Dapat memunculkan karakter percaya diri pada siswa. 

 

Penulis : Hartini Yuningsih, S. Pd

Guru SD al muslim Tambun Bekasi

11 February 2016

Oleh: Nunung Nuraida, S.S.

“We breath in our first language, and swim in our second – Adam Gopnik.”

Kenapa sih bahasa Inggris?

Seperti ungkapan pepatah di atas ‘Kita bernafas dengan bahasa pertama kita, dan berenang dengan bahasa kedua yang kita kuasai’

Tentu, kita harus menguasai bahasa ibu kita jika kita ingin mencapai kesuksesan dalam hidup. Namun demikian, untuk lebih menyenangkan, kita bisa mempelajari bahasa kedua atau ketiga sehingga kita bisa lebih leluasa terjun ke dalam kehidupan.

Dan tentu saja tidak pernah ada kata terlambat untuk menguasai banyak bahasa, khususnya bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalan.

Untuk menunjang keahlian bahasa Inggris guru-guru di yayasan al muslim, kami mencoba mengeluarkan ‘Teacher Bulletin’ card, sebagai media belajar para guru di dalam kelas. Teacher Bulletin ini direncanakan akan dikeluarkan per semester dengan harapan guru-guru telah paham dan fasih dengan bulletin yang pertama dengan tajuk “Greeting and Introducation”, lalu akan dilanjutkan dengan semester berikutnya dengan topik yang berbeda.

Berikut ini adalah teacher bulletin card yang pertama, dimana sisi depan berisi panduan membuka pelajaran dalam bahasa Inggris (Opening) di dalam kelas, sementara sisi belakangnya adalah panduan menutup pelajaran (Closing).

Gambar 1. Teacher Bulletin bagian opening.

Gambar 2. Teacher Bulletin bagian closing.

Teacher Bulletin card ini diluncurkan untuk setiap guru di seluruh unit kerja yayasan al muslim, terkecuali unit TK.

Semoga langkah penyebaran teacher bulletin card ini dapat membantu meningkatkan keahlian bahasa Inggris guru-guru yayasan al muslim.

Page 1 of 2